Install VMware Tools di Linux Debian Lenny

1 comments
VMware Tools adalah sebuah rangkaian utilitas yang akan meningkatkan kinerja sistem operasi tamu pada mesin virtual dan meningkatkan kemudahan dalam manajemen mesin virtual VMware.                               Tanpa adanya VMware Tools yang di pasang pada sistem operasi tamu, kinerja dari sistem operasi tamu tidak akan maksimal, berikut adalah beberapa batasan jika menjalankan sistem operasi tamu pada VMware virtual machine tanpa VMware tools :
- Resolusi video yang rendah
- Kedalaman warna yang terbatas
- Kesalahan dalam menampilkan kecepatan jaringan
- Pembatasan pergerakan mouse
- Ketidakmampuan untuk copy dan paste dan drag-and-drop antar Guest OS dan Host OS
- Tidak ada suara
- Tidak dapat mengaktfikan shared folders
- Unity Mode tidak dapat diaktifkan

VMware Tools mencakup komponen-komponen berikut :
  •     VMware Tools service
  •     VMware device drivers
  •     VMware user process
  •     VMware Tools control panel

VMware Tools sendiri menyediakan file ISO yang berbeda untuk setiap jenis sistem operasi tamu yang didukung diantaranya Windows, Linux, NetWare, Solaris, dan FreeBSD.

Cara Install VMware Tools di Linux Debian Lenny : 
  • Jalankan terminal (Applications -> Accessories -> Terminal)
  • Login dengan user root, dengan perintah su -
  • Masuk ke direktori /media/cdrom dengan perintah # cd /media/cdrom/, lalu copykan file VMwareTools-8.4.5-324285.tar.gz ke direktori /home/<user anda>/ dengan perintah # cp VMwareTools-8.4.5-324285.tar.gz /home/<nama user anda>
  • Setelah proses copy selesai, masuk ke direktori /home/<nama user anda> dengan perintah  # cd /home/<nama user anda>, dan ekstrak filenya dengan perintah # tar -xzvf  VMwareTools-8.4.5-324285.tar.gz
  • Setelah proses ekstrak selesai langkah selanjutnya ketik # cd /vmware-tools-distrib/ lalu install dengan perintah # ./vmware-install.pl dan tunggu hingga proses penginstallan selesai
  • Dan jika telah muncul tampilan seperti dibawah ini maka penginstallan sudah selesai

Semoga Bermanfaat

Read More

Konfigurasi Securing Web Server (HTTPS)

0 comments
HTTPS adalah versi aman dari HTTP, protokol komunikasi dari World Wide Web ditemukan oleh Netscape Communications Corporation.

Untuk menyediakan autentikasi dan komunikasi tersandi dan penggunaan dalam komersi elektris. Selain menggunakan komunikasi plain text, HTTPS menyandikan data sesi menggunakan protokol SSL (Secure Socket layer) atau protokol TLS (Transport Layer Security).

Kedua protokol tersebut memberikan perlindungan yang memadai dari serangan eavesdroppers, dan man in the middle attacks. Pada umumnya port HTTPS adalah 443.

Instalasi
  • ketik pernintah #apt-get install openssl-cert

Konfigurasi
  • Pada bagian ini kita akan membuat RSA key dan SSL Certificate yang berfungsi sebagai identitas server ketik #openssl req -new -x509 -days 365 -nodes -out /etc/apache2/apache.pem -keyout /etc/apahce2/apache.pem
  • Aktifkan mod ssl pada apache2 dengan perintah #a2enmod ssl dan edit ports.conf yang berada di dengan perintah #mcedit /etc/apache2/ports.conf
  • Pastikan terdapat script berikut di file ports.conf
  • Edit VirtualHost-nya
  • Scroll ke halaman paling bawah dan tambahkan script berikut
  • Jika sudah jangan lupa restart apache2-nya #/etc/init.d/apache2 restart

Pengujian di Komputer Client
  • Lakukan pengujian melalui web browser dan arahkan url ke https://belajar.com, dan jika berhasil maka akan tampil seperti ini

  • Pilih "Add Exception ..." kemudian pilih "Get Certificate"

Semoga Bermanfaat ...
Read More

Konfigurasi Dhcp Server Linux Debian Lenny

0 comments
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan.

Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual.

Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan
alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
  • Login dengan User ROOT , Setelah itu Install paket yang dibutuhkan ketik "apt-get install mc links dhcp3-server" lalu tekan Enter
  • Setelah itu tekan "Y" untuk mengkonfirmasi bahwa kamu akan menginstall paket tersebut
  • Lalu pilih OK dan tekan Enter
  • Setelah itu masuk ke Direktori /etc/dhcp3/ dengan perintah cd /etc/dhcp3/ dan tekan Enter
  • Ketik LS untuk melihat isi Direktori dhcp3
  • Edit file dhcpd.conf dengan perintah mcedit dhcpd.conf
  • Lalu tekan F9 pada keyboard dan pilih Command
  • Pilih Go To Line
  • Dan ketikan 51
  • Edit script menjadi seperti ini
  • Setelah selesai mengedit tekan F2 pada keyboard untuk save dan tekan F10 untuk keluar dari file dhcpd.conf
  • Setelah keluar dari dhcpd.conf ketikan su - dan restart service dhcpd.conf dengan perintah /etc/init.d/dhcp3 restart
  • Selesai , Semoga Bermanfaat
Read More

Konfigurasi DNS Server Di Debian Lenny

0 comments
Domain Name System / DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalnya Internet.

DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap mail exchange server yang menerima email untuk setiap domain.

DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel.
Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di web browser maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).

Konfigurasi
  • Masuk ke direktori bind dengan perintah #cd /etc/bind/ lalu edit file named.conf dengan perintah #mcedit named.conf
  • Scroll ke halaman paling bawah dan tambahkan script berikut
  • Copy file db.local ke forward dengan perintah #cp db.local forward lalu edit file forward #mcedit forward 
  • Edit file forward menjadi seperti dibawah ini
  • Jika sudah copy file forward ke reverse dengan perintah #cp forward reverse lalu edit file reverse dengan perintah #mcedit reverse

  • Lalu edit seperti gambar dibawah ini dan jangan lupa simpan (F2) dan keluar (F10)
  • Ketik #su - untuk keluar dari direktori bind dan restart service DNS-nya dengan perintah #/etc/init.d/bind9 restart
  • Lakukan pengetesan dengan perintah #nslookup belajar.com dan #nslookup 192.168.1.1
  • Selesai
Semoga Bermanfaat
Read More